You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.
Tak ada beda antara supermarket dengan partai politik. Banyak barang dijual, apa saja bisa didapat, mulai yang murah sampai yang mewah. Tumplek blek figure macam apapun; yang bringas, cerdas maupun yg modal dengkul.
Uang masih menjadi dewa untuk bisa masuk gelanggang politik. Para pemodal lebih banyak peluang, hingga berpolitik diidentikkan dengan mencari uang. Maka napsu memperkaya diri mengabaikan prinsip-prinsip moral.
Kasus dana nonbujeter departemen kelautan menunjukkan lahapnya partai politik mengeruk lumbung-lumbung lembaga pemerintahan yang harusnya mengayomi rakyat. Kakap-kakap politik tak pernah kenyang melahap pundi-pundi asset yang harusnya mensejahterakan rakyat. Tampikan tak menerima dana, ataupun diam dalam kerakusan masih mewarnai dinamika perpolitikan Indonesia.
Kemelut derita rakyat tidak banyak berarti. Alih-alih pembangunan, kesejahteraan hanya jadi pemanis saat kampanye. Bualan politik diiklankan dalam kampanye dan mengambil simpati masyarakat. Pranata politik berupa transedensi untuk mencapai kebaikan umum serta mletakkan dalam tujuan pokoknya pada tujuan bangsa dan negara takkan pernah tercapai.
Dasar partai Kucing Garong, main embat apa sing lewat..
hari ini dia tanyain kabar
katanya lagi males pulang
lagi sebel sama suaminya
ah, kenapa harus bilang padaku?
bukankah sudah ada sosok tangguh yg siap menamaninya
bukankah hari ini aku juga masih seperti biasanya: tak ada luka, tak ada tawa dan tak ada beda
tetap saja dia “mancing” ketemu
katanya dia ingin nginep
ada jebakan yang sudah ku hafal
endingya sudah kebayang bakal ngapain
ah… kujawab sekedarnya
untuk balas sms-nya pun harus banyak pertimbangan
karena aku tak mau ada yang sakit hati, apalagi nambah beban persoalan keluarganya
sudah cukupm banyak beban yang harus mereka tanggung
walaupun fisiknya gembira, menggelayut beban sosial itu
kenapa orang-orang baik itu harus terjebak
mereka hanya jalani proses yang kadan tak ramah
perjalanannya masih panjang
krikil dan batu pasti kan melintang
entah di derap langkah keberapa
sakinahkan keluarga nya wahai sang penebar kasih
tak usah kau hiraukan aku
tak ada yang berubah
semula seperti sebelumnya.
